Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pelajar, Bermanfaat atau Tidak ?

10 Sep 2017

Pekerjaan Rumah atau yang biasa disingkat PR merupakan tugas yang diberikan oleh guru kepada muridnya dan dalam waktu pengerjaan-nya dilakukan di luar jam pelajaran sekolah. Sesuai dengan namanya, PR dikerjakan di rumah walau terkadang pada kenyataannya banyak pelajar yang mengerjakannya di sekolah karena berbagai alasan yang terkadang mereka sendiri yang membuatnya. Dan perlu diketahui juga bahwa tugas-tugas dalam PR masih terkait dengan pelajaran di sekolah, yang membedakannya hanya dari waktu dan tempat pengerjaan-nya saja.

Saya rasa semua pelajar termasuk saya sendiri pernah diberi PR oleh guru. Namun ternyata banyak orang yang pro dan kontra dengan adanya PR bagi pelajar. Ada diantara mereka yang mengatakan bahwa PR sangat bermanfaat bagi pelajar dan ada pula yang mengatakan bahwa PR dapat memberi beban bagi pelajar.

Entah siapa yang benar, namun menurut pandangan saya bermanfaat atau tidaknya sebuah PR tergantung dari bagaimana si pelajar itu menyikapinya. Jika kita seorang pelajar menyikapi sebuah PR sebagai sebuah beban, maka dalam pengerjaannya pun kita akan terasa capek dan terbebani. Namun jika kita menyikapi sebuah PR sebagai sebagai sebuah tanggung jawab dan kita sadar akan itu, maka dalam pengerjaannya pun akan terasa ringan.

Manfaat dari sebuah PR akan datang jika kita sendiri “mengundangnya”. Maksudnya, jika kita ingin merasakan manfaat dari sebuah PR yang diberikan guru, maka kita harus mengerjakannya dengan sungguh-sungguh, penuh rasa tanggung jawab dan tidak menggunakan cara-cara yang curang. Dengan kita seperti itu, sebuah PR dapat mengasah otak dan melatih kedisiplinan kita.

Jangan berharap untuk mendapatkan manfaat dari sebuah PR jika dalam pengerjaannya sendiri kita menggunakan cara-cara yang curang, seperti menyuruh orang lain untuk mengerjakannya. Mengapa demikian ? Karena, ketika orang lain yang mengerjakan PR kita dan kita hanya berdiam diri saja maka tidak ada manfaat yang bisa kita rasakan dari sebuah PR. Justru dengan cara itu bisa membuat kita untuk terbiasa berbuat curang. Dan yang berbahaya adalah ketika kebiasaan itu dilakukan di kehidupan sehari-hari.

Menggunakan internet untuk membantu mengerjakan PR pun di rasa salah satu tindakan curang dan dengan cara itu pula kita tidak akan bisa mendapatkan manfaat dari sebuah PR. Sebab, otak kita tidak terlatih untuk berpikir dan berkreatifitas. Tindakan itu juga bahkan cenderung hanya membuat kita bermalas-malasan saja.

Kesimpulannya bahwa bermanfaat atau tidaknya sebuah PR itu kita sendiri yang menentukannya. Jika kita ingin PR bisa bermanfaat, maka kerjakanlah PR itu dengan sungguh-sungguh. Kalau kita hanya bisa bermalas-malasan dan berbuat curang dalam mengerjakan PR, maka jangan harap kamu mendapatkan manfaat dari sebuah PR yang kamu kerjakan itu.

Semoga bermanfaat.

Artikel ini merupakan artikel penulis yang sudah dipublikasikan di blog pribadinya.


TAGS pelajar remaja sekolah


-

Profil Penulis

Nanda Restu Utama
@nrutama
restunandautama@gmail.com

Blogger pelajar yang memiliki hobi menulis di blog. | Twitter @nrutamaofficial | Facebook : Nanda Restu Utama : Pinterest : @nrutama | LinkedIn : @nrutama | Official Blog :nrutama.blogspot.com.

Follow Me

Search

ARSIP